Jumat, 22 Januari 2010

Geografi - Negara Jerman


1.   Letak astronomis Negara Jerman terletak pada:
      47  LU-55  LU dan 6  BT-15  BT

2.   Letak geografis Negara Jerman terletak pada:
      Jerman terletak di jantung Eropa dan dikelilingi sembilan negara tetangga: Perancis, Swis, Austria, Cekia, Polandia, Denmark, Belanda, Belgia, Luksemburg

3.   Letak geologis atau letak batu-batuannya terletak pada:
      Dari Laut Utara dan Laut Baltik hingga Pegunungan Alpen di sebelah selatan, struktur geografis Jerman terbagi dalam dataran Jerman Utara, ambang bukit barisan, daerah bukit barisan berteras di Jerman bagian barat daya, daerah kaki Pegunungan Alpen di Jerman Selatan, dan Pegunungan Alpen Bavaria.

4.   Batas-batas Negara Jerman adalah sebagai berikut:
Utara         : Laut Balatik, Denmark, dan Laut Utara.
Timur         : Polandia, Ceko, dan Slovakia.
Selatan      : Swiss dan Austria.
Barat         : Belanda, Luxsemburg, Belgia, dan Perancis.

5.   Luas negara Jerman kira-kira:
356.970 km²

6.   Iklim di Negara Jerman:
      Secara astronomi Jerman memiliki iklim yang mendapat pengaruh iklim laut. Iklim di Jerman hangat pada musim panas dan sejuk pada musim dingin. Secara geografis, juga terbagi 2 iklim, yaitu iklim kawasan pantai (iklim laut) dan kawasan pedalaman beriklim kontinental yang mendapat pengaruh angin darat. 

7.   Sungai-sungai dan Danau-danau yang terletak di Negara Jerman adalah:
Lereng Pegunungan Alpen yang menghadap kearah Jerman dan merupakan hulu sebagian dari sungai di Eropa, seperti Sungai Rhein, Donau, Elbe, dan lain-lain. Rhein 865 km, Elbe 700 km, Donau 686 km Kota-kota terbesar Berlin 3,4 juta penduduk, Hamburg (1,8 juta), München (1,3 juta), Köln (1,0 juta), Frankfurt am Main (662.000).

8.   Pegunungan, gunung, dataran tinggi, dan dataran rendah yang terletak di Negara Jerman adalah:
Bagian utara merupakan bagian dari dataran rendah Eropa Utara sedangkan bagian tengah dan selatan merupakan dataran tinggi, bukit-bukit, dan bagian paling selatan merupakan lereng dari Pegunungan Alpen sedangkan gunung yang tertinggi adalah Zugspitze (2.963 m).

9.   Jumlah penduduk di Negara Jerman adalah:
Jumlah penduduk              : ± 81.600.000 jiwa.
Penduduk asli                   : Campuran Suku Tentania, Kelt, dan Bangsa Slavia.
Penduduk mayoritas      : Sekitar 6,7 juta non-warganegara tinggal di Jerman. Dengan yang terbesar datang dari Turki, diikuti oleh Italia, Yunani, Kroasia, Belanda, Serbia, Montenegro, Spanyol, Bosnia dan Herzegovina, Austria, Portugal, Vietnam, Maroko, Polandia, Macedonia, Lebanon dan Perancis . Sekitar 2/3-nya telah berada di negara ini selama 8 tahun atau lebih, dan oleh karena itu bisa dinaturalisasikan..
Agama secara mayoritas   : Kristen Protestan dan Katolik.
Lagu kebangsaannya         : Deutschland Duetschland
Bahasa resminya               : Bahasa Jerman

10. Perekonomian yang terdapat di Negara jerman adalah sebagai berikut:
    Pertanian:
1.      Padi-padian di Pegunungan Alpen, sepanjang Sungai Weser, Wesfalen, dan daerah Bavaria Utara.          
2.      Umbi-umbian di Fankfrut-am-Main, Numbreg, dan Wurzburg.
3.      Anggur dan buah-buahan di Lembah Sungai Rhein, sungai Mosel, sungai Elbe, dan sekitar kota Stuttgart.
4.      Kentang di Luxzemburg Heide.

Kehutanan: Luas wilayah hutan di Jerman adalah 32% dari luas total wilayah Jerman, yang merupakan bentuk tata guna lahan terluas kedua setelah pertanian. Beberapa hutan yang terkenal adalah hutan Bavarian dan Rhineland-Palatinate. Proporsi hutan konifer mencakup 57,6%, meskipun sudah mulai banyak dikonversi menjadi hutan jenis pohon berdaun lebar (broadleaved species), akan tetapi proporsinya masih mendominasi hutan di Jerman. Norway spruce (di Jerman dikenal: Fichte) merupakan pohon yang paling umum dijumpai dari jenis konifer. Disusul kemudian European beech (Jerman: Rotbuche) yang merupakan hutan gugur daun (deciduous forest) dengan perkembangan yang pesat.
     
      Perkebunan:
      Pada bidang perkebunan meliputi kelapa sawit, kopi, teh, tembakau, kopi, dan produk karet.
     
      Pertambangan:
Batubara dan Besi merupakan tambang terpenting. Daerah pertambangan Batubara di daerah Sungai Ruhr, sungai Saar. Sedangkan tambang Besi di Ruhr.

      Perindustrian:
1.      Industri Besi Baja di Ruhr, Saar, dan Bremen.
2.      Industri penyulingan minyak di kota Ruhr, wilayah Bavana Tengah dan kota Karlsruhe.
3.      Industri mobil VW di kota Lower Saxony, Mercedes Bens du Stuttgart, dan BMW di kota Munich.
4.      Industri tekstil di Wappertal, Aken, Hannover, dan Munich.
5.      Industri konstruksi mesin di Leipzig, Kiel, Humburg, Munnich, dan Hannover.
6.      Industri peralatan listrik, alat ukur dan alat optic di Leizig, Dresden, dan Erfurt.

10. Kota-kota penting di Negara Jerman:
Adalah Berlin, Luxzemburg, Belgia, Elbe, dll.

12.  Bentuk pemerintahan Negara Jerman:
       Adalah Berbentuk Republik Federal, kepala
Negara seorang Presiden, sedangkan kepala pemerintahan seorang Kanselir.

13.  Hubungan Negara Jerman dengan Negara Indonesia pada bidang:
Pada bidang politik:
Tujuan politik pembangunan Jerman adalah untuk memperbaiki situasi kehidupan masyarakat, terutama masyarakat miskin, di negara-negara mitra kami.

Politik tersebut mengikuti cita-cita pembangunan global yang berkesinambungan, yang dimana generasi sekarang memiliki kemungkinan untuk berkembang, tanpa membatasi kesempatan generasi mendatang.

Pembangunan global yang berkesinambungan mensyaratkan tiga hal penting yang harus terpenuhi:
·          Pertumbuhan ekonomi yang produktif
·          Keadilan sosial dan
·          Ekologi yang berkesinambungan
Kerjasama pembangunan membantu penerapan ketiga tujuan ini di negara-negara mitra dengan pemberantasan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan pengembangan sektor privat dan perlindungan dasar kehidupan alam.

Tujuan pembangunan global yang berkesinambungan hanya akan tercapai, apabila reformasi dan penyesuaian struktur di negara-negara industri yang diperlukan terjadi di setiap level. Oleh karenanya usaha kami dalam (membentuk) kerjasama dengan mitra-mitra kami harus didukung oleh para politisi di dalam negeri. Ini merupakan hal yang terpenting yaitu mengenai kepercayaan dan juga pandangan masa depan politik pembangunan. Selain itu, reformasi dalam negeri di negara-negara industri memberikan ruang gerak finansial bagi kelanjutan bantuan luar negeri dalam jangka panjang.

Politik pembangunan merupakan tugas bersama yang memerlukan/mensyaratkan tujuan bersama. Politik tersebut membentuk kerangka bagi kerjasama dengan negara-negara mitra. Tujuan global tersebut ditetapkan dalam konferensi-konferensi internasional. Masyarakat internasional telah memformulasikan tujuan bersama mereka dalam puncak milenium di New York, dalam konferensi PBB di Monterrey tentang pembiayaan pembangunan dan dalam konferensi berkesinambungan di Johannesburg.

Republik Federal Jerman telah berkomitmen untuk andil secara aktiv dalam mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Program Aksi 2015 lintas instansi merupakan instrumen sentral Pemerintah Jerman  dalam rangka memenuhi tugas-tugas tersebut. Program aksi tersebut berorientasi kepada tiga Tujuan utama  yaitu memerangi kemiskinan, mengamankan perdamaian, pelaksanaan globalisasi dengan adil. Penanggungjawab adalah Kementrian Federal Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ).

Pada bidang ekonomi:
Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jerman memiliki tradisi yang baik, cukup lama dan intensif. Jerman memiliki hubungan yang lebih tua dan lebih dalam ke Indonesia daripada ke negara-negara lainnya di Asia Timur atau Tenggara. Sejak abad ke 16 telah banyak saudagar, ilmuwan, dokter, misionaris, tentara dan pegawai dari Jerman yang tinggal di Indonesia. Kehadiran perekonomian Jerman di Indonesia sudah dimuali sejak abad ke 19 (Siemens 1855, Krupp 1876).

Perekonomian Republik Federal Jerman terintegrasi secara internasional, tidak seperti perekonomian dari sebagian besar negara lainnya yang tidak begitu terintegrasi ke dunia internasional. Pada saat ini perusahaan-perusahaan Jerman menghasilkan kira-kira sepertiga omset mereka melalui perdagangan dengan luar negeri - tendensinya naik. Masa depan lokasi bisnis Jerman dan banyak pabrik tergantung dari perdagangan luar negeri yang dinamis. Oleh karenanya persaingan bebas, pasar terbuka dan persyaratan yang mendukung perdagangan dan investasi sangat menentukan.

Demi tujuan tersebut Bagian Ekonomi Kedutaan dan Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman EKONID berusaha menjadi kontak person yang terpenting di Indonesia bagi para pelaku bisnis dari Jerman. Mereka juga mendapatkan dukungan dari koresponden Kantor Federal Ekonomi Luar Negeri (bfai) yang juga berkedudukan di Jakarta, seperti halnya Lembaga Kredit untuk Pembangunan Kembali (Kreditanstalt für Wiederaufbau - KfW).

Pada bidang perindustrian:
Jerman tergolong negara industri yang paling maju perkembangannya di dunia, dan merupakan perekonomian nasional terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Jepang. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 82,3 juta jiwa, Jerman merupakan pula pasaran terbesar di dalam Uni Eropa (UE). Pada tahun 2007 dihasilkannya produk domestik bruto (PDB) sebesar 2.423 miliar Ero, yang berarti 29.455 Ero per kapita. Prestasi itu terutama dapat dicapai berkat perdagangan luar negeri. Dengan volume ekspor sebesar 969 miliar Ero (2007), sepertiga dari PDB-nya, Jerman adalah negara pengekspor barang terbesar di dunia dan mendapat julukan “juara dunia ekspor”. Maka perekonomian Jerman, berbeda dengan keadaan di kebanyakan negara lain, berorientasi global dan berpautan sangat erat dengan perekonomian dunia. Lebih dari setiap Ero keempat diperoleh sebagai imbalan untuk ekspor barang dan jasa - dan lebih dari setiap tempat kerja kelima tergantung dari perdagangan luar negeri. Pusat-pusat ekonomi terpenting di Jerman ialah Daerah Ruhr (daerah industri yang sedang berubah menjadi pusat teknologi tinggi dan jasa), kawasan di sekitar kota-kota München dan Stuttgart (teknologi tinggi, mobil), Rhein-Neckar (kimia) Frankfurt am Main (keuangan), Köln, Hamburg (pelabuhan, industri pesawat terbang Airbus, media), Berlin dan Leipzig.

Akhir-akhir ini perekonomian Jerman mengalami pertumbuhan mantap yang disebabkan oleh perkembangan konyungtur. Laju pertumbuhan pada tahun 2007 mencapai 2,5 persen. Peningkatan yang sangat jelas dicatat untuk investasi perusahaan yang naik dengan 8,4 persen. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang dicetuskan oleh impuls-impuls dari luar maupun dari dalam negeri, jumlah warga yang terdaftar sebagai penganggur terus menurun. Pada bulan Desember 2007 dicatat angka pengangguran sebesar 3,4 juta orang - angka paling rendah yang dicatat untuk bulan Desember sejak tahun 1992. Ada beberapa faktor yang telah mempengaruhi perkembangan positif di bidang ekonomi dan pasaran tenaga kerja ini. Melalui kebijakan ekonomi telah diperbaiki kondisi umum, dan dunia usaha telah memperbaiki daya saing perusahaan. Umpamanya terjadi penurunan biaya-samping upah, pasaran kerja diatur dengan cara lebih fleksibel, dan birokrasi disederhanakan. Selain itu diberlakukan pembaruan pajak perusahaan mulai tahun 2008. Langkah-langkah itu berarti keringanan selanjutnya bagi perusahaan. Di lain pihak para pengusaha pun mengoptimalkan struktur biaya dan pengadaan barang produksi, menanamkan modal untuk pengembangan produk inovatif, serta memperkuat posisi dalam menghadapi persaingan.


7 komentar:

  1. waaaah keren nih tugas aku selese semuaaaa dgn membaca artikel ini terimakasih :-)

    BalasHapus
  2. terima kasih,tugasku jadi selesai.semuanya ada di artikel ini :)

    BalasHapus
  3. SANGAT MEMBANTU GAN !!!
    TERIMA KASIH BANYAK !

    BalasHapus
  4. aduh ckepnya nih tgas q hpir klar semua

    BalasHapus
  5. BEuhhh.... muantap poko nya... ntar kalo bisa semua negara da yah.. hehehehe

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah, akhirnya nemu juga materi yang lebih ringkas dan lebih mudah dibaca. Terima kasih banyak loh buat penulis (baca:pengetik, hehehe), membantu buat tugas nya. izin share :)

    BalasHapus